Kain Perca Jadi Rupiah, TP-PKK Sumenep Dorong Keluarga Ciptakan Peluang Ekonomi

admin

SUMEKAR.ID. SUMENEP – Kain perca yang selama ini dianggap limbah kini dilirik sebagai peluang. TP-PKK Sumenep mendorong kader mengubah sisa kain menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kain Perca di Aula Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Senin (5/10/2026).

Kegiatan itu menjadi bagian program kerja Pokja III TP-PKK Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026. Fokusnya mendorong kreativitas keluarga sekaligus menjaga lingkungan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi mengatakan, kain perca tidak seharusnya langsung dibuang. Limbah tersebut masih memiliki potensi jika diolah secara kreatif.

“Kain perca bukan sekadar limbah. Dengan kreativitas, sisa kain dapat diubah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi keluarga.” kata Nia Kurnia disela-sela kegiatan.

Menurut Nia, keterampilan mengolah kain perca dapat menjadi pintu masuk bagi keluarga untuk mengembangkan usaha rumahan. Potensinya pun terbuka luas sesuai kebutuhan pasar.

Pelatihan tersebut tidak berhenti pada kemampuan teknis mengolah kain. Para peserta juga diarahkan memiliki keberanian mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.

“Saya berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan. Jadikan ini peluang usaha dan terus kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.” ujarnya.

Pemanfaatan kain perca juga dinilai memiliki manfaat ganda. Selain menciptakan produk kreatif yang dapat dipasarkan, langkah itu membantu mengurangi limbah rumah tangga.

TP-PKK Sumenep ingin gerakan tersebut berkembang dari tingkat kader hingga keluarga. Kreativitas sederhana di rumah diharapkan mampu melahirkan produk yang memiliki daya saing.

“Kita ingin kader menjadi penggerak. Dari hal sederhana seperti kain perca, bisa lahir kreativitas, kemandirian, dan tambahan penghasilan bagi keluarga.” tegas Nia Kurnia Fauzi.

Nia menilai pemberdayaan ekonomi keluarga membutuhkan gerakan nyata dan berkelanjutan. Karena itu, kader PKK diminta berani berinovasi serta melihat peluang di sekitarnya.

“Mari kita ubah cara pandang terhadap limbah. Sesuatu yang dianggap tidak berguna bisa menjadi sumber manfaat jika kita kelola dengan kreativitas.” tandasnya.

Melalui pelatihan tersebut, TP-PKK Kabupaten Sumenep berharap semakin banyak keluarga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Gerakan mengolah kain perca menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keluarga produktif, kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

Bagi TP-PKK Sumenep, kain perca bukan lagi sekadar potongan kain yang tersisa. Di tangan kreatif, limbah tersebut dapat menjadi awal lahirnya peluang ekonomi baru.

 

Example 120x600

Pos Terkait

Read Also

Rakor Tim VIRAL Sumenep Dimatangkan, Suhermanto Pastikan Persiapan di Gayam Makin Solid

SUMEKAR.ID. SUMENEP – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep terus...

HUT ke-81 TNI, Kapolresta Sumenep Bikin Kejutan Manis untuk Dandim 0827

SUMEKAR.ID. SUMENEP – Peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *