SUMEKAR.ID.SUMENEP – Guru non-PNS di Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil, Sumenep, mendapat pelatihan digitalisasi pembelajaran. Materi disesuaikan dengan kondisi kepulauan.
Pelatihan tersebut digelar SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui Program GEMILANG di Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, pada 13-15 Oktober 2026.
Program GEMILANG atau Gerakan Meningkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru itu merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas-KEI Tahun 2026.
Dosen UPI Sumenep, Syaiful Bahri, mengatakan pelatihan berfokus pada digitalisasi pembelajaran. Guru juga dibekali kemampuan menyusun bahan ajar berbasis etnopedagogi.
Pendekatan tersebut mengajak guru memanfaatkan kondisi lingkungan dan kearifan lokal sebagai sumber belajar. Dengan begitu, materi lebih dekat dengan kehidupan siswa.
“Harapannya, guru dapat menerapkan explaining building the context, sehingga memberikan pemahaman sesuai dengan konteksnya,” kata Syaiful disela kegiatan.
Selain menyusun bahan ajar, peserta dilatih membuat perencanaan pembelajaran berupa modul ajar atau RPM. Materi juga mencakup pembelajaran mendalam hingga asesmen.
Syaiful menilai materi tersebut sesuai dengan kebutuhan guru. Pemahaman dasar mengenai digitalisasi pembelajaran dinilai penting untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Para guru butuh treatment untuk mendapatkan fundamental knowledge tentang digitalisasi pembelajaran,” ujarnya.
Salah satu peserta, Misbahus Zaman dari SMAI Hubaibah, mengaku memperoleh manfaat dari pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar.
“Semoga ke depan kegiatan ini terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru di kepulauan,” ungkap Misbahus.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Sumenep, Prof. Mohammad Ali Al-Humaidy, turut mengapresiasi pelatihan tersebut. Namun, ia berharap program tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak semata-mata seremonial, namun benar-benar ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih konkret,” katanya.
Ali Al-Humaidy mengusulkan diskusi kelompok terarah atau FGD sebagai tindak lanjut. Forum itu dapat digunakan untuk memetakan kendala pendidikan dan mencari solusi bersama masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abd. Wasid, menyebut guru memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Ia juga mendukung pelatihan lanjutan.
Wasid menilai pengembangan keterampilan digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, perlu menjadi bagian dari peningkatan kompetensi guru.
“Ini adalah kebutuhan guru terkini. Ini bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.
Pelatihan GEMILANG diharapkan menjadi langkah awal penguatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan. Keberlanjutan program dinilai penting agar manfaatnya dirasakan guru dan siswa.














Tidak ada Respon