SUMEKAR.ID.BANGKALAN – Sebanyak 113 pesilat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pagar Nusa Kwanyar di Pesantren Cendekia Miftahul Ulum Al Bajra, Bangkalan, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan kemampuan bela diri, kedisiplinan, mental, serta akhlak para pesilat sejak dini.
UKT yang digelar PAC Pagar Nusa Kwanyar tersebut berlangsung di Kemarong, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar. Peserta mengikuti ujian berdasarkan jenjang pelet masing-masing.
Ketua Pelaksana, M. Marcel Maulana, menyebut pesantren tersebut sebelumnya juga menjadi lokasi latihan gabungan Pagar Nusa yang melibatkan rayon dan ranting se-Kecamatan Kwanyar.
“Pesantren ini sebelumnya juga menjadi tempat latihan gabungan Pagar Nusa yang melibatkan rayon dan ranting se-Kecamatan Kwanyar,” kata Marcel.
Dari total 113 peserta, sebanyak 62 pesilat mengikuti ujian pelet putih, 22 pelet kuning, dua pelet merah, 18 pelet biru, dan sembilan pelet cokelat.
Pelaksanaan UKT melibatkan pengurus PC Pagar Nusa Bangkalan serta tim penguji dari sejumlah kecamatan, yakni Galis, Geger, Arosbaya, dan Kamal.
Ketua PC Pagar Nusa Bangkalan, Agus Mohammad Ali, S.Pd.I., hadir bersama jajaran pengurus harian. Kehadiran mereka memperkuat dukungan organisasi terhadap kaderisasi pesilat di tingkat kecamatan.
Pelatih PAC Pagar Nusa Kwanyar, Ulil Absor, mengatakan keterlibatan penguji lintas kecamatan penting untuk menjaga kualitas ujian dan memperkuat koordinasi antarpelatih.
“Keterlibatan penguji lintas PAC menjadi upaya memperkuat koordinasi antarpelatih sekaligus menjaga kualitas ujian sesuai pedoman organisasi,” ujar Ulil.
Materi UKT mengacu pada buku panduan pelatih dan ketentuan organisasi. Peserta dievaluasi berdasarkan kemampuan teknik pencak silat, kedisiplinan, serta kesungguhan selama menjalani latihan.
Sekretaris PC Pagar Nusa Bangkalan, Kamiluddin, S.Pd.I., menegaskan UKT juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur perkembangan kemampuan setiap peserta.
“UKT menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan teknik pencak silat, kedisiplinan, dan kesungguhan peserta selama mengikuti proses latihan,” tutur Kamiludin.
Dalam pembinaan Pagar Nusa, terdapat enam jenjang pelet, yakni putih, kuning, merah, biru, cokelat, dan hitam. Setiap tingkat ditempuh secara bertahap sesuai ketentuan organisasi.
Selain menguasai jurus, pesilat didorong menghormati guru, menghargai orang tua, menjaga adab, serta menggunakan kemampuan bela diri secara bertanggung jawab.
Nilai tersebut menjadi bagian penting dari perpaduan pendidikan pencak silat dan tradisi pesantren dalam membentuk generasi muda yang tangguh sekaligus berakhlak.
Rangkaian kegiatan diawali seremoni pembukaan, kemudian dilanjutkan penampilan siswa berprestasi. Panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik sebagai motivasi untuk terus berlatih.
Sekretaris PAC Pagar Nusa Kwanyar, Zubairi, S.Pd., berharap penghargaan tersebut dapat memacu semangat peserta dalam meningkatkan kemampuan dan menjaga sportivitas.
“Penghargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berprestasi, sportivitas, dan kesungguhan dalam menjalani proses pembinaan,” jelas Zubairi.
Ketua PAC Pagar Nusa Kwanyar, Moh. Syafi’i, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan pembinaan berkelanjutan diperlukan untuk melahirkan pesilat yang kuat secara fisik dan matang dalam berperilaku.
“Saya berharap PAC Pagar Nusa Kwanyar terus membangun kader pesilat yang tangguh, disiplin, berakhlakul karimah, dan berjiwa santri,” ujar Syafi’i.
Ketua PC Pagar Nusa Bangkalan, Agus Mohammad Ali, mengapresiasi keaktifan PAC Pagar Nusa Kwanyar dalam menjalankan pembinaan dan mengembangkan prestasi pesilat muda.
“PAC Pagar Nusa Kwanyar merupakan salah satu PAC yang aktif dan berprestasi. Semoga dapat menjadi contoh bagi PAC lainnya,” ungkap Agus.
Melalui UKT ini, Pagar Nusa Kwanyar berharap lahir kader yang tidak hanya menguasai pencak silat, tetapi juga menjunjung tinggi nilai agama, kebangsaan, dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal generasi muda untuk menghadapi tantangan zaman dengan mental tangguh, perilaku santun, serta semangat pengabdian kepada agama dan bangsa.














Tidak ada Respon