SUMEKAR.ID.SUMENEP – Kepulangan sembilan nelayan asal Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat perhatian pemerintah daerah. Setelah menjalani proses mediasi yang melibatkan Kementerian Luar Negeri RI dan pihak Australia, mereka dipulangkan ke Indonesia melalui Denpasar, Bali.
Sebelumnya, sembilan nelayan tersebut sempat ditahan otoritas Australia karena melintasi perbatasan negara saat melaut. Setelah proses penanganan dilakukan, mereka akhirnya dapat kembali ke Tanah Air untuk melanjutkan perjalanan menuju keluarga di kampung halaman.
Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak tinggal diam. Menindaklanjuti arahan Bupati Sumenep, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Baznas turun tangan membantu kebutuhan perjalanan para nelayan hingga kembali ke Pulau Raas.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM, mengatakan fasilitasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah agar warga yang kembali dari luar negeri memperoleh dukungan selama perjalanan menuju daerah asal.
“Fasilitasi ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Sumenep. Kami berharap perjalanan para nelayan dari Bali menuju Pelabuhan Jangkar, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Raas, dapat berjalan lancar sehingga mereka segera berkumpul kembali dengan keluarga,” kata Kadinsos P3A, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, Minggu (24/10/2026).
Dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada penyediaan transportasi. Para nelayan juga menerima tali asih dan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar setelah kembali ke kampung halaman.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para nelayan setelah melewati proses kepulangan yang tidak mudah. Dukungan sosial itu juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang membutuhkan perhatian.
“Bantuan sembako dan tali asih ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan para nelayan setelah kembali ke kampung halaman. Kami ingin mereka mendapatkan dukungan agar dapat kembali menjalani aktivitas bersama keluarga,” ujarnya.
Di antara sembilan nelayan tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami sakit. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri dan memerlukan penanganan sesuai keadaan kesehatan, dengan koordinasi bersama pihak terkait.
“Warga yang sedang sakit perlu mendapat perhatian sesuai kondisinya. Koordinasi penting agar kebutuhan penanganannya dapat diperhatikan, sehingga yang bersangkutan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan selama proses kepulangan,” ungkapnya.
Sinergi Dinsos P3A dan Baznas Sumenep menjadi bagian dari upaya memastikan para nelayan memperoleh pendampingan sosial. Pemerintah daerah berharap mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan menjalani kehidupan di daerah asal.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir agar memahami batas wilayah perairan dan ketentuan lintas batas negara. Pengetahuan navigasi serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan saat melaut.
Pemkab Sumenep berharap kepulangan sembilan nelayan tersebut berlangsung lancar. Dukungan pemerintah dan pihak terkait diharapkan membantu mereka melewati masa transisi setelah kembali ke Tanah Air dan menata kehidupan bersama keluarga.
















Tidak ada Respon