SUMEKAR.ID.SUMENEP – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Jawa Timur, tak hanya menjadi tempat pembinaan warga binaan. Rutan juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat melalui kegiatan positif dan produktif.
Hal itu terlihat saat anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) berkunjung ke Rutan Sumenep. Mereka datang untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan batik melalui program pembinaan kemandirian Batik Catra.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Mereka melihat langsung proses membatik yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.
Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Proses membatik dikenalkan secara langsung sehingga mereka tidak hanya belajar dari penjelasan, tetapi juga melihat bagaimana sebuah karya batik dibuat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada anak sejak usia dini. Batik diperkenalkan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni dan keterampilan.
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyambut positif kunjungan tersebut. Dia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak sekaligus memperkenalkan program pembinaan warga binaan kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena anak-anak dapat belajar mengenal budaya membatik secara langsung sekaligus melihat sisi positif dari program pembinaan di Rutan,” kata Aditya Wahyu Rahmadani, Rabu (07/10/2026).
Menurut Aditya, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat terhadap Rutan dan Lapas. Dia ingin Rutan tidak hanya dipandang sebagai tempat yang identik dengan hal negatif.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa Rutan dan Lapas merupakan tempat yang menyeramkan menjadi wahana yang menyenangkan, edukatif, dan memberikan pengalaman positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Aditya berharap interaksi dengan masyarakat dapat terus dilakukan melalui kegiatan yang memberikan manfaat. Salah satunya dengan memperkenalkan berbagai program pembinaan yang dijalankan warga binaan.
“Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat semakin mengenal bahwa di dalam Rutan juga terdapat berbagai program pembinaan yang produktif dan bermanfaat,” tutup Aditya Wahyu Rahmadani.
Program Batik Catra menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian di Rutan Sumenep. Melalui program ini, warga binaan mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menjalani masa pidana.
Di sisi lain, kunjungan anak-anak TK memberikan perspektif berbeda tentang keberadaan Rutan. Lingkungan pembinaan warga binaan dapat menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan keterampilan, budaya, dan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Rutan Sumenep pun terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif. Pengenalan proses membatik kepada anak-anak menjadi salah satu bentuk bahwa pembinaan warga binaan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.














Tidak ada Respon