47 Siswa TK Serbu Rutan Sumenep, Batik Catra dan Musik Saronen Jadi Magnet Edukasi

admin

SUMEKAR.ID.SUMENEP – Suasana berbeda hadir di Rutan Kelas IIB Sumenep. Sebanyak 47 siswa TK/RA Darul Jalal datang untuk mengenal batik dan musik tradisional saronen.

Kunjungan yang didampingi enam guru itu menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas. Anak-anak melihat langsung budaya lokal sekaligus aktivitas positif warga binaan.

Melalui program Batik Catra, para siswa menyaksikan proses membatik yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Mereka juga mengenal nilai kreativitas dalam setiap karya.

Tak hanya batik, alunan musik tradisional saronen turut mencuri perhatian. Pertunjukan warga binaan memperkenalkan kekayaan seni Madura kepada anak-anak sejak usia dini.

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi pengalaman edukatif yang bermakna bagi anak-anak.

“Kami ingin anak-anak mengenal batik dan musik tradisional secara langsung. Dengan begitu, kecintaan terhadap seni dan budaya bisa tumbuh sejak dini,” kata Aditya Wahyu Rahmadani, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, kunjungan edukasi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat sisi lain kehidupan di dalam rutan. Pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga memberi manfaat sosial.

“Kami ingin Rutan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang menyeramkan. Di sini, ada pembinaan positif yang bisa menjadi sarana belajar dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Di balik kegiatan tersebut, Batik Catra dan seni saronen menjadi bagian dari pembinaan kreativitas warga binaan. Keterampilan itu diharapkan menjadi bekal produktif saat mereka kembali ke masyarakat.

Lebih lanjut, Aditya menambahkan pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan agar warga binaan memiliki kemampuan yang bermanfaat untuk masa depan.

“Melalui membatik dan seni musik, kami mendorong warga binaan mengembangkan potensi diri. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif,” tutup Aditya Wahyu Rahmadani.

Kunjungan 47 siswa TK/RA Darul Jalal ini menjadi gambaran bahwa rutan dapat membuka ruang perjumpaan antara pembinaan dan pendidikan masyarakat.

Lebih dari sekadar kunjungan, pengalaman tersebut menjadi kesempatan mengenalkan budaya, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta menunjukkan bahwa proses pembinaan dapat menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Example 120x600

Pos Terkait

Read Also

Dapat Tas Bonus Ilmu, Begini Keseruan Polisi Sahabat Anak di MIN 2 Sumenep

SUMEKAR.ID.SUMENEP – Belajar lalu lintas tak harus bikin tegang....

Rutan Sumenep Jadi Ruang Edukasi, Anak TK Belajar Membatik Lewat Batik Catra

SUMEKAR.ID.SUMENEP – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep,...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *