SUMEKAR.ID.SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH., MH., mengingatkan lulusan Universitas Annuqayah agar tidak berhenti pada capaian akademik. Ia mendorong para sarjana dan magister menjadikan ilmu sebagai kekuatan untuk menjawab persoalan masyarakat serta mempercepat pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Terbuka Senat Universitas Annuqayah dalam rangka Wisuda XXVIII Program Sarjana dan Magister di Auditorium As-Syarqawi, Kampus Guluk-Guluk, Sumenep, Rabu (28/10/2026). Momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan harus berujung pada pengabdian.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar. Setelah memperoleh ilmu di bangku kuliah, para lulusan harus mampu menerapkannya untuk membantu masyarakat, menghadirkan solusi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sumenep,” kata KH. Imam Hasyim dalam sambutannya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan rangkaian sambutan rektor, tausyiah para masyayikh, orasi ilmiah, serta pemberian penghargaan dan cenderamata kepada wisudawan. Di balik seremoni tersebut, terbentang tantangan bagi lulusan untuk membuktikan kualitas pendidikan melalui karya dan pengabdian.
“Jangan sampai ijazah hanya menjadi kebanggaan pribadi atau tersimpan sebagai dokumen kelulusan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah harus menjadi bekal untuk berkarya, membuka peluang, meningkatkan kualitas hidup, serta menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman,” tegasnya.
Menurut KH. Imam Hasyim, tantangan masa depan menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang relevan, karakter kuat, dan kepekaan terhadap persoalan sosial. Keunggulan akademik perlu berjalan beriringan dengan integritas agar ilmu tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membawa manfaat.
“Sarjana yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya mereka yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian sosial. Ketiga hal tersebut harus berjalan bersama agar setiap keahlian dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberi manfaat bagi sesama,” ungkap Wabup KH. Imam Hasyim SH, MH.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan. Kolaborasi yang kuat diharapkan membuka ruang bagi lahirnya gagasan, inovasi, serta solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi Kabupaten Sumenep.
“Perguruan tinggi dan pemerintah daerah perlu terus memperkuat sinergi dalam membangun sumber daya manusia. Pendidikan harus melahirkan generasi berpengetahuan, berkarakter, dan siap mengambil peran, sehingga potensi daerah dapat dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Kepada seluruh wisudawan, KH. Imam Hasyim berpesan agar mereka terus mengembangkan kemampuan, menjaga nama baik almamater, dan berani mengambil bagian dalam pembangunan. Ia berharap lulusan Universitas Annuqayah menjadi generasi yang mampu menghadirkan perubahan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.
“Teruslah belajar, kembangkan potensi, dan jaga nama baik Universitas Annuqayah di mana pun berada. Sumenep membutuhkan generasi muda yang berani berinovasi, memiliki kepedulian, dan bersedia mengabdikan kemampuan terbaiknya demi mewujudkan daerah yang maju, bermartabat, dan sejahtera,” pungkas KH. Imam Hasyim.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap momentum Wisuda XXVIII Universitas Annuqayah melahirkan lulusan yang mampu memadukan kecakapan akademik, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Kontribusi mereka di berbagai sektor diharapkan memperkuat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Dengan bekal pendidikan dan semangat pengabdian, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga pencipta solusi. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kemajuan Sumenep.















Tidak ada Respon