SUMEKAR.ID. SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim SH MH meluncurkan Program Wirausaha Santri atau Santri Entrepreneur 2026 di Pondok Pesantren Ar Ruhama, Karduluk, Pragaan, Selasa (6/10/2026).
Program Santri Entrepreneur menjadi langkah Pemkab Sumenep mendorong santri, santriwati, dan alumni pesantren berani mengembangkan usaha. Kreativitas diarahkan menjadi kekuatan ekonomi produktif.
Wabup KH Imam Hasyim menilai pesantren memiliki potensi besar melahirkan generasi muda yang kuat dalam ilmu agama, mandiri, kreatif, dan mampu membaca peluang ekonomi di tengah perubahan zaman.
“Santri harus memiliki bekal lengkap. Ilmu agama tetap menjadi fondasi, tetapi keterampilan, kreativitas, keberanian membaca peluang, dan kemampuan berwirausaha penting menghadapi tantangan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, potensi alam, kearifan lokal, dan kebiasaan masyarakat di sekitar pesantren dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Langkah itu membuka peluang kerja bagi warga.
“Potensi lokal jangan dibiarkan begitu saja. Santri dapat mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, lalu memasarkannya secara kreatif agar memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” kata Wabup KH Imam Hasyim SH MH.
Program ini menjadi bagian pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. Pemkab menjalankannya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga.
Peluncuran program ditandai penyerahan bantuan peralatan usaha kepada peserta. Para santri kemudian mengikuti praktik produksi bersama pemateri sebagai bekal mengubah keterampilan menjadi usaha nyata.
“Kami ingin program ini melahirkan wirausahawan muda dari pesantren. Mereka harus mandiri, menciptakan manfaat, dan ikut menggerakkan ekonomi Sumenep melalui usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.
Pemkab Sumenep berharap Santri Entrepreneur menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha muda berbasis pesantren. Program ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi dan kemajuan daerah.
“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat lahirnya generasi produktif. Santri harus siap mengambil peran sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan daerah,” pungkas KH. Imam Hasyim.














Tidak ada Respon