SUMEKAR.ID.SUMENEP – Upaya menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Tim PAKEM turun langsung ke lapangan.
Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) menyambangi lima tempat ibadah, Kamis (5/11/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi konflik keagamaan sejak dini sekaligus menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua Tim PAKEM Sumenep, Nislianudin, SH, MH, yang juga Kajari Sumenep, memimpin langsung kegiatan tersebut.
Rombongan melibatkan Forkopimda, TNI, Polri, BIN, Kementerian Agama, FKUB, MUI, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Lima lokasi yang dikunjungi meliputi Gereja Bethel, GPdI Sahabat Allah, Masjid LDII, Gereja Katolik Paroki Maria Gunung Karmel, dan Klenteng Pao Xian Lin Kong.
Kunjungan itu menjadi sarana mempererat komunikasi sekaligus menyerap informasi mengenai kondisi kehidupan umat beragama di Sumenep.
Ketua FKUB Sumenep, KHR Ach. Qusyairi Zaini, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai dialog langsung penting menjaga keharmonisan.
“Kerukunan harus dirawat melalui perjumpaan, komunikasi, silaturahmi, dan kesediaan saling mendengarkan,” kata Qusyairi.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dan aparat keamanan di tengah komunitas agama dapat memperkuat kepercayaan serta kebersamaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya membaca potensi persoalan sejak awal agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik sosial.
“Jangan menunggu konflik terjadi. Bangun komunikasi sejak dini dan cari penyelesaian secara bijaksana,” ujarnya.
KH. Qusyairi mengungkapkan toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan. Setiap umat berhak menjalankan ibadahnya.
“Kita tidak harus sama dalam akidah dan ibadah untuk bisa hidup berdampingan secara damai,” ungkap KH. Qusyairi.
Ia menyebut keberagaman agama, budaya, dan tradisi di Sumenep merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga bersama.
Karena itu, sinergi aparat keamanan, pemerintah, tokoh agama, FKUB, dan MUI perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.
Lebih lanjut KH. Qusyairi berharap kunjungan PAKEM tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi agenda rutin lintas agama.
“Melalui langkah tersebut, Sumenep diharapkan semakin mampu menjaga toleransi, mencegah konflik, dan merawat persaudaraan,” tandasnya.
Kerja sama seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menciptakan kehidupan beragama yang aman, damai, dan harmonis.















Tidak ada Respon