Hadapi Cuaca Ekstrem, Danyonif 931/KJ Tegaskan Kesiapan Prajurit Bantu Warga Sumenep

admin

SUMEKAR.ID.SUMENEP – Ancaman bencana hidrometeorologi menjadi perhatian serius di Kabupaten Sumenep. TNI-Polri bersama instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem sepanjang 2026.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026 di Lapangan Tribhata Polresta Sumenep, Rabu (4/11/2026).

Yonif TP 931/Ksatria Jokotole (KJ) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Komandan Yonif TP 931/KJ Letkol Inf Aditya Danang Putranto bersama prajuritnya menyatakan kesiapan mendukung operasi kemanusiaan.

Keterlibatan prajurit Yonif TP 931/KJ menjadi bagian dari penguatan sinergi TNI-Polri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.

Letkol Inf Aditya Danang Putranto mengatakan bahwa kesiapan personel menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi bencana. Prajurit harus mampu bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kami memastikan prajurit selalu siap bergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.” kata Danyonif Letkol Inf Aditya Danang Putranto usai kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam penanggulangan bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait harus terus diperkuat.

“Kami siap bersinergi dengan Polresta Sumenep dan seluruh instansi terkait. Kecepatan koordinasi sangat penting agar penanganan bencana berjalan efektif.” ujarnya.

Apel kesiapsiagaan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan dalam keadaan darurat.

Sejumlah peralatan menjadi perhatian, mulai dari perahu karet, kendaraan operasional, gergaji mesin atau chainsaw, hingga logistik dan tenda darurat.

Pemeriksaan tersebut melibatkan jajaran pimpinan Polresta Sumenep bersama Komandan Yonif TP 931/KJ. Setiap perlengkapan dipastikan berada dalam kondisi layak untuk mendukung operasi penyelamatan.

“Peralatan harus dipastikan siap digunakan kapan pun diperlukan. Jangan sampai ketika bencana terjadi, proses evakuasi terkendala karena perlengkapan tidak siap.” tegas Danyonif Letkol Inf Aditya Danang Putranto.

Selain Yonif TP 931/KJ dan Polresta Sumenep, apel tersebut turut melibatkan BPBD Kabupaten Sumenep serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kolaborasi lintas instansi ini menjadi langkah penting dalam membangun kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Setiap unsur memiliki peran dalam proses penyelamatan dan penanganan warga terdampak.

Danyonif TP 931/KJ berharap sinergi seluruh unsur dapat terus terjaga. Kesiapan personel, kelengkapan peralatan, dan komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam menghadapi situasi darurat.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat. Melalui sinergi TNI-Polri dan seluruh instansi, kami ingin memastikan bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat.” tandasnya.

Melalui apel gelar pasukan dan peralatan tersebut, Yonif TP 931/KJ bersama Polresta Sumenep memperkuat kesiapan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi 2026.

Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat Kabupaten Sumenep ketika bencana terjadi.

Example 120x600

Pos Terkait

Read Also

Pastikan Pembangunan Sesuai Target, Tim Kemhan Tinjau Markas Yonif TP 931/KJ

SUMEKAR.ID.SUMENEP – Kementerian Pertahanan (Kemhan) meninjau pembangunan Markas Komando...

Peduli Kondisi Lingkungan, Yonif TP 931/KJ Hadir Bantu Masyarakat Gung-Gung

SUMEKAR.ID.SUMENEP – Kepedulian TNI terhadap masyarakat kembali diwujudkan Yonif...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *